comment 0

Mata Najwa Di Mata Saya

Bagikan

Saya tahu program Mata Najwa akan ditutup dari postingan mas Iskandar Zulkarnaen kemarin. Sesak rasanya. Banyak pertanyaan menggelantung di benak saya, apa penyebabnya dan akan bagaimana selanjutnya. Namun isi postingan saya kali ini akan bicara hal lain. Soal “hutang budi” saya pada program Mata Najwa dengan tuan rumah yang ramah Najwa Shihab. Sesuatu yang tak akan hilang dengan mudah dari ingatan saya.

Dua kali saya diundang jadi tamu program Mata Najwa. Pertama, pada bulan Februari 2015, saat saya didudukkan bersama mas Nukman Luthfie dan 3 korban UU ITE: Muhamad Arsyad, Ervani Emy Handayani dan ibu Sitti Rukmini ibu dari Fadli Rahim.

Program Mata Najwa kali itu disiarkan pada 25 Februari 2015 dengan judul “Dari Kata Jadi Penjara”.

Dari Kata Jadi Penjara

Saat itu saya sangat berhutang budi pada Najwa yang telah mempertemukan saya dengan para korban, karena itulah saat kami sebagai sesama korban bisa saling menguatkan. Yang tidak tergambar dalam siaran itu adalah kejadian di ruang tunggu. Kami saling berpelukan, saling meyakinkan bahwa apa yang dilakukan tidak salah dan UU ITE harus lekas dibenahi agar tidak ada lagi korban seperti ketiganya. Sampai hari ini, masih saya ingat tangisan ibu Rukmini di pundak saya… kasihan dia yang dimutasi dan Fadli Rahim yang akhirnya dipenjara.

Kedua, pada siaran LIVE “Dari Jari Jadi Jeruji” 30 November 2016, saat saya didudukkan bersama Chief RA, pak TB Hasanuddin, brigjen Agung Setya untuk membahas hasil revisi UU ITE. Namun selain kami, ada pak Rudy Lombok dan Saiful Nanbu korban UU ITE yang juga diberi kesempatan bicara di floor.

Dari Jari Jadi Jeruji

Hutang budi saya pada Najwa terjadi pasca siaran live. Di ruang tunggu, terbukalah pintu untuk membuka persoalan yang terjadi di provinsi NTB dan mengajak para pemangku kebijakan untuk melihat kekacauan yang diakibatkan oleh UU ITE di daerah-daerah. Dan saat itu juga, ajakan diterima oleh mereka.

Saya cukup yakin banyak yang berhutang budi pada program Mata Najwa dan tuan rumahnya yang ramah Najwa Shihab. Saya belum bisa membalas hutang budi ini, tapi saya ingin memberikan penghiburan dan juga doa saya.

Saya doakan yang terbaik untuk Najwa Shihab dan program Mata Najwa-nya, semoga selalu dalam lindungan Allah, diberi kemudahan, dan tetap semangat berkarya meski dihadang kesulitan. Gusti Allah ora sare… fiat voluntas tua.

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *